PERKENANAN ALLAH ATAS ORANG YANG MEMELIHARA PERINTAHNYA
2 Tawarikh 7:11-22
Tidak
mudah hidup dalam ketaatan kepada perintah Allah, membutuhkan
pengorbanan dan usaha yang sungguh-sungguh. Banyak dijumpai pemandangan
yang menyedihkan, ketika hari Minggu pagi datang ke gereja bersama
keluarga, hari Minggu malam berkeliaran melakukan kehidupan free sex,
pergi ke tempat-tempat yang dianggap sakral untuk meminta berkat. Tidak
bisa dipungkiri, hal ini banyak terjadi di kalangan orang Kristen,
Minggu ke gereja hari berikutnya tetap melakukan dosa yang sama. Yang
sedang terjadi dan menjadi masalah adalah orang-orang Kristen tidak
hidup dalam pertobatan setiap waktu, lalu untuk apa mengikut Kristus?
Di Kitab 2 Tawarikh 7:11-22 ini bisa dilihat bahwa Allah sangat
konsen untuk mengingatkan bahwa ketaatan untuk memelihara segala
perintahNya adalah hal yang krusial. Pada saat itu, Allah berbicara
secara pribadi kepada Salomo, anak Daud. Setelah Daud mati, Salomo
berkeinginan dan berketetapan untuk membangun Bait Suci dan sungguh
Salomo berhasil mendirikan Bait Suci, seperti yang telah difirmankan
Allah kepada Daud di dalam 1 Taw.28. Allah juga menyerahkan tahta
kerajaan Daud ke tangan Salomo dan Allah akan mengokohkan kerajaannya,
asalkan dia “bertekun melakukan segala perintah dan peraturanNya” (1
Taw.28:7). Perintah Allah ini diulang beberapa kali dalam kitab
Perjanjian Lama (Tawarikh, Samuel dan Raja-Raja). Berarti ada sesuatu
yang penting, hingga Allah mengulang beberapa kali. Hidup yang
berketetapan untuk bertekun memelihara perintah Tuhan adalah salah satu
hal yang dikehendaki dan diperintahkan oleh Allah sendiri. Allah ingin
setiap anakNya menjadi pribadi yang taat dan memperoleh segala
perkenanan Tuhan sebagai buah atas ketaatan. Dalam Kitab 2 Tawarikh
7:11-22 ada 2 hal yang menjadi perkenanan Tuhan atas orang-orang yang
memelihara perintah Allah, yaitu:
1. Hidup yang diteguhkan oleh Allah
Teguh
berarti kokoh, berdiri tegak dan tak tergoyahkan. Arti dari diteguhkan
sendiri adalah dibuat menjadi kuat Siapa orang yang tidak mau menerima
reward ini, hidup yang tak tergoyahkan, terus mendapat kekuatan dari
Tuhan? Allah memang sudah berjanji kepada keturunan Daud bahwa Dia akan
meneguhkan kerajaan Daud dan tidak akan memutuskan keturunan Daud,
asalkan keturunannya hidup berketetapan untuk memelihara perintah Allah.
Salomolah yang dipilih Allah, diurapi untuk menggantikan ayahnya dan
memerintah kerajaannya. Kehidupan Salomo, seorang putra Yahudi yang
dididik dalam lingkungan kerajaan yang disiplin dan pengajaran tentang
takut akan Allah adalah penekanannya (Ul.6). Jadi, mengenai perintah ini
bagi Salomo pastilah sudah berada di luar kepala. Tetapi mengapa Tuhan
ingatkan sekali lagi, dan sekali lagi? Karena hal ini penting, kunci
dari perkenanan Tuhan atas kerajaan Daud adalah hidup setiap
keturunannya yang berketetapan untuk memelihara segala perintah Allah.
Jika tidak, dengan sangat jelas Allah menyampaikan apa yang akan menimpa
keturunannya? Tidak lain dan tidak bukan adalah Allah tidak berkenan
kepadanya dan akan dibuang dari hadapanNya. Mengerikan bukan? Kehidupan
yang terus dituntun oleh Allah, dan selalu mendapat kekuatan yang dari
pada Allah harus disertai dengan ketaatan untuk memelihara segala
perintahNya.
2. Generasi Jasmani yang diberkati
Jika ditarik garis lurus dan flashback, apa yang terlihat
dari silsilah raja Daud? Siapa dia? Anak siapa dan cucu siapa, dia?
Sangat mengherankan jika melihat garis keturunan ini, sampai nanti pada
jaman Perjanjian baru, dari keturunan raja Daudlah, Yesus dilahirkan.
Daud adalah anak Isai, dan Isai merupakan anak dari Obed. Obed adalah
anak dari Boas, dan ibunya Rut (seorang wanita Moab). Jika melihat
silsilah keturunan ini, tidak mungkin Yesus dilahirkan dari garis
keturunan wanita Moab. Namun inilah yang terjadi, Allah memilih Rut
untuk melahirkan generasi yang cemerlang dan menyelamatkan, yaitu Yesus
sendiri. Hidup yang mau dipimpin oleh Allah dan memegang serta
memelihara perintah Allah. Itulah yang dilakukan Rut, seorang wanita
Moab. Rut memperoleh reward yang tak terbilang jumlahnya, yaitu
keturunan/ generasi jasmani yang diberkati Allah. Oleh sebab itu Allah
sangat konsen mengingatkan Salomo akan hal ini, karena bapa leluhurnya
sudah lebih dahulu melakukannya, dengan ketaatan dan ketetapan hati
mereka memelihara segala perintah Allah. Kunci untuk menghasilkan
generasi jasmani yang terus diberkati Allah adalah berketetapan hidup
taat dan setia memelihara perintah Allah.
-DK-