Rundown Acara



Jumat, 8 November 2019

12.00-13.00     Jemaat kumpul di gereja 

13.00-14.30     Perjalanan ke Wisma Elika               

14.30-16.00     Snack | Pembagian kamar | MCK 

16.00-17.30     Ibadah Pembukaan            

17.30-18.15     Makan malam      

18.15-20.15     Sesi 1. “Mengapa Tidak Bertumbuh”

20.15-20.30     Snack
20.30-20.45     Pembagian talent show

20.45-21.30     Renungan Malam & Sharing

21.30-21.30     Istirahat

                           

Sabtu, 9 November 2019

05.00-06.00     Doa pagi

06.00-07.00     MCK | Sarapan

07.00-09.00     Sesi 2. "Mengapa Harus Bertumbuh”

09.00-09.45     Snack

09.45-11.45     Sesi 3. Kapita Selekta

11.45-12.30     Makan siang

12.30-13.00     Sarasehan KSM dengan Orang tua

13.00-14.30     Persiapan talent show

14.30-16.00     Outbond

16.00-17.30     MCK | Snack

17.30-19.30     KKR "MAKIN BERAKAR DI DALAM KRISTUS"

19.30-20.00     Makan malam

20.00-20.30     Renungan malam

20.30-22.00     Api unggun

22.00-05.00     Istirahat



Minggu, 10 November 2019

05.00-06.00     Doa pagi

06.00-07.00     Senam

07.00-09.00     MCK | Sarapan | Packing

09.00-11.00     Ibadah minggu

11.00-12.00     Makan siang

12.00-13.30     Kesaksian

13.30-14.00     Sesi foto

14.00-16.00     Snack dan Waktu Santai

16.00-18.00     Perjalanan pulang

Renungan | Sabtu, 9 November 2019

AWALILAH DENGAN KEBENARAN
Mazmur 119: 137-144

Mazmur 119 ini lain daripada mazmur-mazmur yang lain, panjangnya lebh dari dua kali lipat pasal-pasal yang lain. Mazmur ini merupakan seruan kesalehan dan kesungguhan Daud yang ia tuangkan dalam bentuk tulisan. Seruan yang ia tuliskan ini menjadi sarana baginya untuk memelihara persekutuannya yang berkelanjutan dengan Allah dan untuk menjaga hatinya tetap murni kepada Allah. Susunan mazmur ini sangat khas dan sangat teliti. Pemazmur menggunakan seni acrostic (seni menggubah puisi dengan menggunakan huruf-huruf tertentu yang sama dalam setiap baris untuk membentuk sebuah kata) dalam menyusunnya. Mazmur ini dibagi menjadi 22 bagian, sesuai dengan jumlah huruf dalam abjad Ibrani dan masing-masing bagian terdiri dari 8 ayat. Maksud dari penulisan pasal yang sedemikian cermat ini adalah supaya memudahkan orang untuk menghafalnya.

Tujuan pemazmur menuliskan mazmur ini adalah untuk mengagungkan Hukum Taurat (Torah) dan membuatnya menjadi terhormat. Pemazmur juga ingin menggambarkan keistimewaan dan kegunaan hukum Allah (yang ia sebutkan dalam 10 kata yang berbeda namun 1 arti), tidak hanya untuk menghiburkan kita melainkan untuk mengendalikan diri kita. Dalam menyanyikan mazmur ini, kita harus mengungkapkannya dengan kasih kesalehan. Orang percaya yang selama ini begitu dingin terhadap Firman Allah akan merasa malu ketika membaca mazmur ini, karena pemazmur dengan kesungguhan hatinya menuliskan bahwa dia mencintai TauratNya, kebenaranNya.

Lalu bagaimana dengan kita, sudahkah kita memiliki sikap hati seperti pemazmur yang menghargai dan mencintai Firman Allah? Mari kita fokus dalam ayatnya yang ke 137-144. Dalam 8 ayat ini pemazmur ingin mengingatkan kita mengenai 3 hal:

Yang pertama; ayat yang ke 141, walaupun Daud itu kecil, hina, tidak berharga namun dia tidak mengabaikan Taurat Allah. Taurat Allah menjadi prioritas dalam hidupnya. Bagaimana dengan kita, sudahkan Firman Allah menjadi prioritas bagi hidup kita? Apa yang kita cari saat kita membuka mata kita?

Yang kedua; ayat 143, saat Daud ditimpa masalah, kesesakan, kesedihan yang mendalam, Taurat Tuhan tetap menjadi kesukaannya. Kondisi dan keadaan yang menimpa kita, seharusnya tidak menjadi alasan bagi kita untuk tidak mencintai Firman Tuhan dan melakukan kebenaranNya.

Yang terakhhir; ayat 144, Daud sangat menyadari bahwa peringatan atau ajaran-ajaran Tuhan itu kekal dan tanpa itu Daud sadar bahwa dia tidak akan memiliki pengertian serta hidup. Maka Daud mengungkapkan permohonannya, “buatlah aku mengerti, supaya aku hidup.” Demikian juga dengan kita, kita akan memiliki pengertian yang benar, hidup dalam kebenaran dan mengenal Allah ketika kita mencintai hukum-hukumNya.

Jika kita tidak mau belajar mencintai dan menghidupi kebenaranNya, untuk apa kita menjadi orang-orang percaya (orang yang sudah menerima kebenaran). Jadi, mencintai dan menghidupi kebenaran sesungguhnya merupakan kewajiban (hukumnya wajib bukan sunah). Jadi mari kita mencintai FirmanNya dalam kondisi apapun, dan menghidupi FirmanNya dengan hidup benar sesuai kebenaranNya. Firman, ajaranNya memang sangat banyak dan tidak mudah kita hidupi, namun ketika kita mau berkomitmen untuk belajar, Roh Kudus akan menolong kita untuk memahami dan mentaatiNya. Amin. Tuhan Yesus memberkati.
-DK-

Renungan | Minggu, 10 November 2019

PERKENANAN ALLAH ATAS ORANG YANG MEMELIHARA PERINTAHNYA
2 Tawarikh 7:11-22

Tidak mudah hidup dalam ketaatan kepada perintah Allah, membutuhkan pengorbanan dan usaha yang sungguh-sungguh. Banyak dijumpai pemandangan yang menyedihkan, ketika hari Minggu pagi datang ke gereja bersama keluarga, hari Minggu malam berkeliaran melakukan kehidupan free sex, pergi ke tempat-tempat yang dianggap sakral untuk meminta berkat. Tidak bisa dipungkiri, hal ini banyak terjadi di kalangan orang Kristen, Minggu ke gereja hari berikutnya tetap melakukan dosa yang sama. Yang sedang terjadi dan menjadi masalah adalah orang-orang Kristen tidak hidup dalam pertobatan setiap waktu, lalu untuk apa mengikut Kristus?

Di Kitab 2 Tawarikh 7:11-22 ini bisa dilihat bahwa Allah sangat konsen untuk mengingatkan bahwa ketaatan untuk memelihara segala perintahNya adalah hal yang krusial. Pada saat itu, Allah berbicara secara pribadi kepada Salomo, anak Daud. Setelah Daud mati, Salomo berkeinginan dan berketetapan untuk membangun Bait Suci dan sungguh Salomo berhasil mendirikan Bait Suci, seperti yang telah difirmankan Allah kepada Daud di dalam 1 Taw.28. Allah juga menyerahkan tahta kerajaan Daud ke tangan Salomo dan Allah akan mengokohkan kerajaannya, asalkan dia “bertekun melakukan segala perintah dan peraturanNya” (1 Taw.28:7). Perintah Allah ini diulang beberapa kali dalam kitab Perjanjian Lama (Tawarikh, Samuel dan Raja-Raja). Berarti ada sesuatu yang penting, hingga Allah mengulang beberapa kali. Hidup yang berketetapan untuk bertekun memelihara perintah Tuhan adalah salah satu hal yang dikehendaki dan diperintahkan oleh Allah sendiri. Allah ingin setiap anakNya menjadi pribadi yang taat dan memperoleh segala perkenanan Tuhan sebagai buah atas ketaatan. Dalam Kitab 2 Tawarikh 7:11-22 ada 2 hal yang menjadi perkenanan Tuhan atas orang-orang yang memelihara perintah Allah, yaitu:

1. Hidup yang diteguhkan oleh Allah
Teguh berarti kokoh, berdiri tegak dan tak tergoyahkan. Arti dari diteguhkan sendiri adalah dibuat menjadi kuat Siapa orang yang tidak mau menerima reward ini, hidup yang tak tergoyahkan, terus mendapat kekuatan dari Tuhan? Allah memang sudah berjanji kepada keturunan Daud bahwa Dia akan meneguhkan kerajaan Daud dan tidak akan memutuskan keturunan Daud, asalkan keturunannya hidup berketetapan untuk memelihara perintah Allah. Salomolah yang dipilih Allah, diurapi untuk menggantikan ayahnya dan memerintah kerajaannya. Kehidupan Salomo, seorang putra Yahudi yang dididik dalam lingkungan kerajaan yang disiplin dan pengajaran tentang takut akan Allah adalah penekanannya (Ul.6). Jadi, mengenai perintah ini bagi Salomo pastilah sudah berada di luar kepala. Tetapi mengapa Tuhan ingatkan sekali lagi, dan sekali lagi? Karena hal ini penting, kunci dari perkenanan Tuhan atas kerajaan Daud adalah hidup setiap keturunannya yang berketetapan untuk memelihara segala perintah Allah. Jika tidak, dengan sangat jelas Allah menyampaikan apa yang akan menimpa keturunannya? Tidak lain dan tidak bukan adalah Allah tidak berkenan kepadanya dan akan dibuang dari hadapanNya. Mengerikan bukan? Kehidupan yang terus dituntun oleh Allah, dan selalu mendapat kekuatan yang dari pada Allah harus disertai dengan ketaatan untuk memelihara segala perintahNya. 

2. Generasi Jasmani yang diberkati

Jika ditarik garis lurus dan flashback, apa yang terlihat dari silsilah raja Daud? Siapa dia? Anak siapa dan cucu siapa, dia? Sangat mengherankan jika melihat garis keturunan ini, sampai nanti pada jaman Perjanjian baru, dari keturunan raja Daudlah, Yesus dilahirkan. Daud adalah anak Isai, dan Isai merupakan anak dari Obed. Obed adalah anak dari Boas, dan ibunya Rut (seorang wanita Moab). Jika melihat silsilah keturunan ini, tidak mungkin Yesus dilahirkan dari garis keturunan wanita Moab. Namun inilah yang terjadi, Allah memilih Rut untuk melahirkan generasi yang cemerlang dan menyelamatkan, yaitu Yesus sendiri. Hidup yang mau dipimpin oleh Allah dan memegang serta memelihara perintah Allah. Itulah yang dilakukan Rut, seorang wanita Moab. Rut memperoleh reward yang tak terbilang jumlahnya, yaitu keturunan/ generasi jasmani yang diberkati Allah. Oleh sebab itu Allah sangat konsen mengingatkan Salomo akan hal ini, karena bapa leluhurnya sudah lebih dahulu melakukannya, dengan ketaatan dan ketetapan hati mereka memelihara segala perintah Allah. Kunci untuk menghasilkan generasi jasmani yang terus diberkati Allah adalah berketetapan hidup taat dan setia memelihara perintah Allah.

-DK-