Renungan | Minggu, 10 November 2019

PERKENANAN ALLAH ATAS ORANG YANG MEMELIHARA PERINTAHNYA
2 Tawarikh 7:11-22

Tidak mudah hidup dalam ketaatan kepada perintah Allah, membutuhkan pengorbanan dan usaha yang sungguh-sungguh. Banyak dijumpai pemandangan yang menyedihkan, ketika hari Minggu pagi datang ke gereja bersama keluarga, hari Minggu malam berkeliaran melakukan kehidupan free sex, pergi ke tempat-tempat yang dianggap sakral untuk meminta berkat. Tidak bisa dipungkiri, hal ini banyak terjadi di kalangan orang Kristen, Minggu ke gereja hari berikutnya tetap melakukan dosa yang sama. Yang sedang terjadi dan menjadi masalah adalah orang-orang Kristen tidak hidup dalam pertobatan setiap waktu, lalu untuk apa mengikut Kristus?

Di Kitab 2 Tawarikh 7:11-22 ini bisa dilihat bahwa Allah sangat konsen untuk mengingatkan bahwa ketaatan untuk memelihara segala perintahNya adalah hal yang krusial. Pada saat itu, Allah berbicara secara pribadi kepada Salomo, anak Daud. Setelah Daud mati, Salomo berkeinginan dan berketetapan untuk membangun Bait Suci dan sungguh Salomo berhasil mendirikan Bait Suci, seperti yang telah difirmankan Allah kepada Daud di dalam 1 Taw.28. Allah juga menyerahkan tahta kerajaan Daud ke tangan Salomo dan Allah akan mengokohkan kerajaannya, asalkan dia “bertekun melakukan segala perintah dan peraturanNya” (1 Taw.28:7). Perintah Allah ini diulang beberapa kali dalam kitab Perjanjian Lama (Tawarikh, Samuel dan Raja-Raja). Berarti ada sesuatu yang penting, hingga Allah mengulang beberapa kali. Hidup yang berketetapan untuk bertekun memelihara perintah Tuhan adalah salah satu hal yang dikehendaki dan diperintahkan oleh Allah sendiri. Allah ingin setiap anakNya menjadi pribadi yang taat dan memperoleh segala perkenanan Tuhan sebagai buah atas ketaatan. Dalam Kitab 2 Tawarikh 7:11-22 ada 2 hal yang menjadi perkenanan Tuhan atas orang-orang yang memelihara perintah Allah, yaitu:

1. Hidup yang diteguhkan oleh Allah
Teguh berarti kokoh, berdiri tegak dan tak tergoyahkan. Arti dari diteguhkan sendiri adalah dibuat menjadi kuat Siapa orang yang tidak mau menerima reward ini, hidup yang tak tergoyahkan, terus mendapat kekuatan dari Tuhan? Allah memang sudah berjanji kepada keturunan Daud bahwa Dia akan meneguhkan kerajaan Daud dan tidak akan memutuskan keturunan Daud, asalkan keturunannya hidup berketetapan untuk memelihara perintah Allah. Salomolah yang dipilih Allah, diurapi untuk menggantikan ayahnya dan memerintah kerajaannya. Kehidupan Salomo, seorang putra Yahudi yang dididik dalam lingkungan kerajaan yang disiplin dan pengajaran tentang takut akan Allah adalah penekanannya (Ul.6). Jadi, mengenai perintah ini bagi Salomo pastilah sudah berada di luar kepala. Tetapi mengapa Tuhan ingatkan sekali lagi, dan sekali lagi? Karena hal ini penting, kunci dari perkenanan Tuhan atas kerajaan Daud adalah hidup setiap keturunannya yang berketetapan untuk memelihara segala perintah Allah. Jika tidak, dengan sangat jelas Allah menyampaikan apa yang akan menimpa keturunannya? Tidak lain dan tidak bukan adalah Allah tidak berkenan kepadanya dan akan dibuang dari hadapanNya. Mengerikan bukan? Kehidupan yang terus dituntun oleh Allah, dan selalu mendapat kekuatan yang dari pada Allah harus disertai dengan ketaatan untuk memelihara segala perintahNya. 

2. Generasi Jasmani yang diberkati

Jika ditarik garis lurus dan flashback, apa yang terlihat dari silsilah raja Daud? Siapa dia? Anak siapa dan cucu siapa, dia? Sangat mengherankan jika melihat garis keturunan ini, sampai nanti pada jaman Perjanjian baru, dari keturunan raja Daudlah, Yesus dilahirkan. Daud adalah anak Isai, dan Isai merupakan anak dari Obed. Obed adalah anak dari Boas, dan ibunya Rut (seorang wanita Moab). Jika melihat silsilah keturunan ini, tidak mungkin Yesus dilahirkan dari garis keturunan wanita Moab. Namun inilah yang terjadi, Allah memilih Rut untuk melahirkan generasi yang cemerlang dan menyelamatkan, yaitu Yesus sendiri. Hidup yang mau dipimpin oleh Allah dan memegang serta memelihara perintah Allah. Itulah yang dilakukan Rut, seorang wanita Moab. Rut memperoleh reward yang tak terbilang jumlahnya, yaitu keturunan/ generasi jasmani yang diberkati Allah. Oleh sebab itu Allah sangat konsen mengingatkan Salomo akan hal ini, karena bapa leluhurnya sudah lebih dahulu melakukannya, dengan ketaatan dan ketetapan hati mereka memelihara segala perintah Allah. Kunci untuk menghasilkan generasi jasmani yang terus diberkati Allah adalah berketetapan hidup taat dan setia memelihara perintah Allah.

-DK-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar